Kamis, 07 April 2011

Prinsip-prinsip Etika dalam Lingkungan sekolah


Sebagai pegangan dan tuntunan bagi prilaku kita dalam berhadapan dengan alam , terdapat beberapa prinsip etika lingkungan yaitu :

1. Sikap Hormat terhadap Alam
Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya

2. Prinsip Tanggung Jawab
Tanggung jawab ini bukan saja bersifat individu melainkan juga kolektif yang menuntut manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga alam semesta dengan isinya.

3. Prinsip Solidaritas
Yaitu prinsip yang membangkitkan rasa solider, perasaan sepenanggungan dengan alam dan dengan makluk hidup lainnya sehigga mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan.

4. Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian
Prinsip satu arah , menuju yang lain tanpa mengaharapkan balasan, tidak didasarkan kepada kepentingan pribadi tapi semata-mata untuk alam.

5. Prinsip “No Harm”
Yaitu Tidak Merugikan atau merusak, karena manusia mempunyai kewajiban moral dan tanggung jawab terhadap alam, paling tidak manusia tidak akan mau merugikan alam secara tidak perlu

6. Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam
Ini berarti , pola konsumsi dan produksi manusia modern harus dibatasi. Prinsip ini muncul didasari karena selama ini alam hanya sebagai obyek eksploitasi dan pemuas kepentingan hidup manusia.

7. Prinsip Keadilan
Prinsip ini berbicara terhadap akses yang sama bagi semua kelompok dan anggota masyarakat dalam ikut menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian alam, dan dalam ikut menikmati manfaat sumber daya alam secara lestari.

8. Prinsip Demokrasi
Prinsip ini didsari terhadap berbagai jenis perbeaan keanekaragaman sehingga prinsip ini terutama berkaitan dengan pengambilan kebijakan didalam menentukan baik-buruknya, tusak-tidaknya, suatu sumber daya alam.

9. Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap dan prilaku moral yang terhormat serta memegang teguh untuk mengamankan kepentingan publik yang terkait dengan sumber daya alam.

Apa itu Etika Lingkungan ?


Apakah manusia sudah melupakan hal-hal ini atau manusia sudah kehilangan rasa cinta pada lingkungan? Bagaimanakah sesungguhnya manusia memahami alam dan bagaimana cara menggunakannya?

 
Perhatian kita pada isu lingkungan ini juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana keterkaitan dan relasi kita dengan generasi yang akan datang. Kita juga diajak berpikir kedepan. Bagaimana situasi  lingkungan di masa yang akan datang? Kita akan menyadari bahwa relasi kita dengan generasi akan datang, yang memang tidak bisa timbal balik. Karenanya ada teori etika lingkungan yang secara khusus memberi bobot pertimbangan pada kepentingan generasi mendatang dalam membahas isu lingkungan ini.  Apapun yang kita lakukan pada lingkunagn akan mempengaruhi sekitarnya. Pernyataan ini turut memunculkan beberapa pandangan tentang etika lingkungan dengan kekhususannya dalam pendekatannya terhadap lingkungan.

Yang dimaksud Etika lingkungan  adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika ini memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan dan tumbuhan

Mengamati Lingkungan Sekitar yang Berkaitan Dengan Etika Lingkungan


Bagaimanakah kita bisa menjaga lingkungan kita agar lingkungan kita menajdi lingkungan yang baik ??
 Ini bisa dilakukan dengan cara kita harus mempunyai etika terhadap lingkungan. Tentunya kita mengtentahui bahwa kita berinteraksi kepada seseorang tentunya harus menggunakan etika tertentu. Tapi lingkungan perlu etika juga. Karena , akan berdampak pada perkembangan dunia ini. Kemudian, etika lingkungan ini hampir sama dengan etika interaksi sosial. Yang membedakannya hanyalah cara kita mengatasi masalah dan menegani lingkungannya. etika adalah ilmu yang berkenaan tentang yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. etika adalah sifat yang menyangkut pada moral di sesuatu hal tertentu. Jika disimpulkan maka etika lingkungan merupakan sebuah sifat moral yang menyangkut pada lingkungan.

Kita mengetahui bahwa proses perkembangan lingkungan itu tergantung pada ulah mahluk hidup lainnya. Tapi pada dasarnya, terpengaruhnya perkembangan lingkungan tergantung pada etika mahluk hidup juga. Apa yang mereka perbuat terhadap lingkungan, apakah itu baik atau buruknya itu bergantung pada etika mahluk hidup. Biasanya pada dasarnya, sumber daya alam merupakan sumber yang berasal dari lingkungan. Dan biasanya dimanfaatkan oleh mahluk hidup lainnya untuk meneruskan hidupnya. Terkadang banyak sekali mereka yang tidak tahu cara memanfaatkan sumber tersebut karena mereka tidak mengetahui etika lingkungannya. Akhirnya, hal tersebut akan mengganggu perkembangan kondisi fisik dan sosial lingkungan.

Go green…..!


Etika lingkungan yang disebut juga etika ekologi sekarang ini menjadi suatu hal yang sangat penting dan mesti diketahui oleh manusia. Penerapan etika lingkungan harus diwajibkan sebagai halnya etika berkendaraan. Peranan lembaga-lembaga pemerhati alam tentu sangat penting terhadap hal ini, karena prinsip tentang etika harus dikampanyekan sehingga menjadi budaya. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut :
  • Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
  • Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk menjaga terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
  • Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energi.
  • Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain.

Apakah Etika dalam Penelitian & Mengapa Ini Penting?


Kebanyakan orang belajar norma-norma etika di rumah, di sekolah, atau dalam pengaturan sosial lainnya. Although most people acquire their sense of right and wrong during childhood, moral development occurs throughout life and human beings pass through different stages of growth as they mature. Meskipun kebanyakan orang mendapatkan rasa benar dan salah selama masa kanak-kanak, perkembangan moral terjadi sepanjang hidup dan manusia melalui berbagai tahap pertumbuhan pada saat jatuh tempo. Ethical norms are so ubiquitous that one might be tempted to regard them as simple commonsense. norma etika begitu di mana-mana yang satu mungkin tergoda untuk menganggap mereka sebagai akal sehat sederhana. On the other hand, if morality were nothing more than commonsense, then why are there so many ethical disputes and issues in our society? Di sisi lain, jika moralitas yang tidak lebih dari akal sehat, lalu mengapa ada begitu banyak perselisihan etika dan isu-isu di masyarakat kita?
Satu penjelasan yang masuk akal dari perbedaan pendapat adalah bahwa semua orang mengenali beberapa norma etika umum tetapi individu yang berbeda menafsirkan, menerapkan, dan keseimbangan norma-norma ini dengan cara yang berbeda dalam terang nilai-nilai mereka sendiri dan pengalaman hidup.

Rabu, 06 April 2011

Hijau Itu Bahagia,Gembira,dan Semangat Hidup

“Hijau!”. Mengapa Allah memilih warna hijau sebagai warna dedaunan? Adalah tidak mungkin Allah mengambil tindakan tanpa alasan. Terbukti! Warna hijau mempunyai gelombang yang dapat memberi sinyal ketenangan pada otak. Salah seorang pakar psikologi, Ardatsham, mengatakan bahwa warna hijau bisa membangkitkan kebahagiaan, gembira,  dan semangat hidup. Warna hijau cenderung memiliki efek menyejukkan. Warna yang satu ini paling nyaman ditangkap mata manusia. Alasan inilah yang diduga kuat melatar belakangi warna hijau tidak hanya menjadi warna alam, tapi juga warna di surga (QS. 55:76 & 18:31).

Tips Aksi Penghijauan Di Kampus


Saat ini kondisi udara dibumi semakin mengkhawatirkan. Keadaan ini tentunya berdampak pada semua penduduk dan makhluk hidup yang ada di bumi. Kita sebagai penghuni tetap dibumi ini, sudah selayaknya untuk terus berusaha mencegah dampak negatif tersebut dan memperbaiki kearah kondisi yang lebih baik, dengan cara sebagai berikut :

1) Jaga Kebersihan Sekolah
Mulailah dari diri sendiri dengan selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika melihat ada sampah yang berserakan misalnya kertas, tisu, plastik bekas makanan dan lain sebagainya tidak ada salahnya kita memungut sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.
2) Memaksimalkan fasilitas kebersihan
Saat ini sudah banyak tempat-tempat sampah yang dibedakan tempat pembuangannya berdasarkan jenis sampah. Ada sampah organik (sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Maksimalkan fasilitas itu dengan mentaatinya. Selain membantu lingkungan, kita juga membantu petugas kebersihan dan mempercepat proses pemilahan sampah yang terkumpul.

4) Naik Sepeda ke Sekolah
Untuk yang tinggal dekat sekolah, kita bisa berkonstribusi dengan menyukseskan program “naik sepeda ke sekolah”. Istirahatkan mobil dan motor dan mulailah bersepeda menuju sekolah. Selain membuat lebih sehat, kita juga bisa mengurangi polusi dan yang lebih penting tentunya menghemat uang saku.

5) Membuat Papan Himbauan
Buatlah papan himbauan dengan desain yang menarik. Misalnya jangan buang sampah sembarangan, matikan lampu jika tidak terpakai, pakai air seperlunya. Tempel himbauan-himbauan itu di tempat-tempat yang strategis.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys